,
Hi Aceh
Home/NASIONAL/MUI Minta Masyarakat Konsisten Boikot Produk Pendukung Israel
NASIONAL

MUI Minta Masyarakat Konsisten Boikot Produk Pendukung Israel

Redaksi
Redaksi·calendar_todayOctober 4, 2026·17.53 WIB
Foto 1

Langkah tegas delegasi Republik Indonesia yang melakukan aksi walk out saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato di Sidang Majelis Umum PBB mendapat apresiasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun, MUI menilai aksi diplomasi berani tersebut harus diimbangi dengan aksi nyata di dalam negeri, yaitu konsistensi memboikot produk-produk yang mendukung Israel.

Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh, menegaskan bahwa penolakan terhadap penjajahan tidak boleh berhenti pada gestur diplomatik semata. Ketegasan pemerintah di panggung dunia harus berbanding lurus dengan keteguhan moral masyarakat dalam menentukan pilihan belanja sehari-hari.

"Langkah walk out di PBB adalah wujud komitmen dan konsistensi Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Namun, apresiasi diplomasi ini perlu ditindaklanjuti dengan langkah-langkah politik lanjutan yang lebih nyata, termasuk konsistensi aksi boikot terhadap produk-produk yang mendukung agresi dan pendudukan Israel," tegas Prof Ni'am dikutip dari laman MUI, Minggu (27/9/2026).

Guru Besar Ilmu Fikih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menjelaskan bahwa gerakan boikot merupakan instrumen perjuangan tanpa kekerasan (non-violent resistance) yang terbukti efektif menekan perekonomian pihak-pihak yang terafiliasi dengan kejahatan kemanusiaan.

Menurutnya, jika diplomasi formal menjadi ranah pejabat negara, maka boikot adalah ruang kontribusi langsung bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Kita bisa melakukan langkah-langkah nyata yang berdampak langsung, salah satunya adalah gerakan boikot terhadap produk yang memberikan dukungan finansial maupun opini terhadap aktivitas genosida Israel," jelas Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah tersebut.

Dalam kesempatannya, Prof Ni'am juga mengungkit ketegasan yang ditunjukkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto saat menghadiri peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Kala itu, Presiden Prabowo menggemakan seruan "Free Free Palestine!" secara terbuka di hadapan khalayak internasional dan Duta Besar Palestina.

Bagi MUI, momen tersebut menandakan keberpihakan yang sejalan antara pemimpin dan rakyat Indonesia dalam mengawal isu kemanusiaan.

Oleh karena itu, Prof Ni'am menyerukan agar semangat anti-penjajahan ini terus dirawat dan dijadikan bagian dari gaya hidup moral bangsa. Menurutnya, penegakan hukum global, penggalangan dukungan internasional, serta boikot ekonomi merupakan satu kesatuan strategi demi kemerdekaan Palestina.

"Ini menjadi momentum yang sangat tepat untuk mengkonsolidasi kekuatan dan positioning Indonesia di tengah percaturan dunia. Selain terus memperkuat aksi boikot ekonomi, kita tentu tak boleh putus memanjatkan doa kepada Allah SWT agar perjuangan bangsa Palestina senantiasa diberikan kekuatan, kemenangan, dan kemerdekaan yang hakiki," pungkasnya.

Komentar

0