,
Hi Aceh
Home/DAERAH/Zulkifli Dorong Geotermal Jaboi untuk Perkuat Pasokan Listrik di Sabang
DAERAH

Zulkifli Dorong Geotermal Jaboi untuk Perkuat Pasokan Listrik di Sabang

Redaksi
Redaksi·calendar_todayOctober 8, 2026·16.05 WIB
Wali Kota Sabang, Zulkifli saat mengikuti sinkronisasi usulan Program Listrik Perdesaan (Lisdes) dari pemerintah daerah serta pembahasan penyiapan lahan dan penyelesaian perizinan Lisdes di Provinsi Aceh.

Wali Kota Sabang, Zulkifli saat mengikuti sinkronisasi usulan Program Listrik Perdesaan (Lisdes) dari pemerintah daerah serta pembahasan penyiapan lahan dan penyelesaian perizinan Lisdes di Provinsi Aceh.

SABANG — Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam mendorong pemanfaatan potensi panas bumi atau geotermal Jaboi untuk memperkuat pasokan listrik di Kota Sabang. Ketersediaan energi yang memadai dinilai penting untuk menarik investasi, mengembangkan pariwisata, hingga membuka peluang layanan pengisian daya bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Malaka.

Hal tersebut disampaikan Zulkifli saat mengikuti sinkronisasi usulan Program Listrik Perdesaan (Lisdes) dari pemerintah daerah serta pembahasan penyiapan lahan dan penyelesaian perizinan Lisdes di Provinsi Aceh. Kegiatan berlangsung di Kantor PT PLN (Persero) UID Aceh, Banda Aceh, Kamis (8/10/2026).

Zulkifli mengatakan, keterbatasan pasokan listrik menjadi salah satu pertimbangan investor yang ingin mengembangkan usaha perhotelan di Sabang. Padahal, kebutuhan energi yang memadai diperlukan untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi.

“Untuk membangun hotel-hotel berkelas bintang, listrik menjadi salah satu pertimbangan. Tapi, begitu mendengar listrik di Sabang masih terbatas, mereka akhirnya mundur. Karena itu, harapan kami ke depan listrik di Sabang bisa lebih memadai,” kata Zulkifli.

Menurutnya, potensi panas bumi di Jaboi dapat dipertimbangkan sebagai salah satu sumber energi untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah kepulauan tersebut.

“Kemudian perlu saya sampaikan bahwa di Sabang kita juga ada geotermal Jaboi. Ini juga barangkali bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Zulkifli juga menyoroti peluang pemanfaatan listrik untuk mendukung kebutuhan kapal-kapal yang melintasi Selat Malaka. Dengan pasokan listrik yang memadai, Sabang diharapkan dapat menjadi tempat persinggahan kapal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi daerah.

“Karena kapal-kapal yang melewati Selat Malaka sekarang juga menggunakan listrik sebagai bahan bakarnya. Jadi, apabila listrik di Sabang memadai, kapal-kapal juga bisa singgah di Sabang,” katanya.

Selain potensi geotermal, Pemerintah Kota Sabang juga mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Zulkifli menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk menyediakan lahan yang dibutuhkan bagi pembangunan infrastruktur tersebut.

“Sebagaimana yang disampaikan tadi, untuk di Sabang kami akan menyiapkan lahan yang dibutuhkan oleh ESDM untuk membangun listrik tenaga surya,” ujarnya.

Dalam paparan pengembangan PLTS, kondisi geografis Sabang sebagai wilayah kepulauan disebut menjadi tantangan dalam penyediaan listrik, terutama di pulau-pulau kecil dan kawasan terpencil. Potensi energi surya di Sabang diperkirakan mencapai 4,5 kWh/m² per hari.

Pengembangan energi surya tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan setiap wilayah melalui kajian teknis dan ekonomi. Dukungan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya juga diperlukan agar pemanfaatan energi terbarukan dapat berjalan bertahap dan berkelanjutan.

Zulkifli berharap penguatan pasokan listrik, baik melalui potensi panas bumi Jaboi maupun pengembangan energi surya, dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong investasi, pariwisata, dan aktivitas ekonomi di Kota Sabang, termasuk di Pulau Rubiah.[]

Komentar

0