Kapal Nabi Nuh Ditemukan? Ini Jejak Penelusuran dari Babilonia hingga Turki

Kisah Bahtera Nabi Nuh AS telah menarik perhatian selama berabad-abad. Kapal yang menjadi tempat Nabi Nuh AS, keluarga, dan orang-orang beriman berlindung dari banjir besar itu hingga kini masih menyimpan misteri tentang keberadaannya.
Berbagai upaya dilakukan untuk mencari jejak bahtera tersebut. Berikut sejumlah cerita pencarian Bahtera Nabi Nuh AS.
1. Kisah Nabi Nuh AS dan Bahtera
Kisah tentang Bahtera Nabi Nuh AS bermula dari dakwah sang nabi kepada bani Rasib. Nabi Nuh AS diutus Allah SWT untuk mengajak kaumnya kembali ke jalan yang benar dan berdakwah selama 950 tahun.
Menurut buku Mutiara Kisah 25 Nabi dan Rasul tulisan M Arief Hakim, bani Rasib dikenal sebagai kaum yang congkak dan zalim. Mereka terlena oleh kekayaan yang dianugerahkan Allah SWT. Dalam Qashash Anbiya susunan Ibnu Katsir, disebutkan bahwa bani Rasib juga menyembah berhala dan menganggapnya sebagai Tuhan.
Kisah Nabi Nuh AS disebutkan dalam surah Al Ankabut ayat 14,
وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَلَبِثَ فِيْهِمْ اَلْفَ سَنَةٍ اِلَّا خَمْسِيْنَ عَامًا ۗفَاَخَذَهُمُ الطُّوْفَانُ وَهُمْ ظٰلِمُوْنَ
Artinya: "Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian, mereka dilanda banjir besar dalam keadaan sebagai orang-orang zalim."
Selama berdakwah, Nabi Nuh AS mendapat penolakan dari kaumnya. Mereka bahkan saling berpesan untuk tidak mengikuti ajarannya. Nabi Nuh AS kemudian berdoa kepada Allah SWT sebagaimana tercantum dalam surah Asy Syu'ara ayat 117-118,
قَالَ رَبِّ اِنَّ قَوْمِيْ كَذَّبُوْنِۖ فَافْتَحْ بَيْنِيْ وَبَيْنَهُمْ فَتْحًا وَّنَجِّنِيْ وَمَنْ مَّعِيَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
Artinya: "Dia (Nuh) berkata, "Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakanku. Maka, berilah keputusan antara aku dan mereka serta selamatkanlah aku dan orang-orang mukmin bersamaku."
Allah SWT kemudian memerintahkan Nabi Nuh AS membuat bahtera untuk menyelamatkan dirinya dan orang-orang beriman dari azab yang akan menimpa kaumnya. Saat membuat bahtera, Nabi Nuh AS justru dicemooh oleh mereka.
Setelah bahtera selesai, Allah SWT memerintahkan Nabi Nuh AS memasukkan orang-orang mukmin dan hewan secara berpasang-pasangan ke dalamnya. Banjir besar kemudian melanda dan membinasakan kaum yang ingkar.
2. Peta Babilonia Kuno Disebut Menyimpan Petunjuk
Salah satu cerita pencarian Bahtera Nabi Nuh AS muncul dari sebuah artefak kuno yang disimpan di British Museum.
Pada 2024, ilmuwan dari British Museum meneliti Imago Mundi, tablet tanah liat Babilonia yang berasal dari sekitar abad ke-7 SM. Artefak tersebut disebut sebagai peta tertua di dunia yang ditemukan di Timur Tengah sebelum akhirnya diakuisisi British Museum pada 1882.
Ukiran pada peta tersebut memuat rute dan petunjuk menuju "Urartu". Dalam puisi Mesopotamia kuno, Urartu diyakini sebagai lokasi berlabuhnya kapal raksasa yang dibuat seorang pria dan keluarganya untuk menyelamatkan diri dari banjir besar.
Urartu juga dikenal dengan Ararat, wilayah yang kemudian menjadi salah satu lokasi yang ditelusuri dalam pencarian Bahtera Nabi Nuh AS.
3. Formasi Durupinar Mulai Dicari Sejak 1959
Pencarian Bahtera Nabi Nuh AS kemudian mengarah ke Formasi Durupinar di Turki bagian timur.
Formasi ini mulai menarik perhatian setelah terlihat dalam foto udara pada 1959. Bentuknya yang menyerupai kapal membuat kawasan tersebut diteliti lebih lanjut.
Formasi Durupinar memiliki panjang sekitar 160 meter. Ukuran dan bentuknya kemudian dibandingkan dengan gambaran bahtera dalam Alkitab.
Selama bertahun-tahun, berbagai penelitian dilakukan di kawasan tersebut untuk mengetahui apakah formasi itu merupakan struktur buatan manusia atau terbentuk secara alami.
4. Pemindaian Radar Temukan Struktur di Bawah Tanah
Penelitian Formasi Durupinar kemudian menggunakan pemindaian radar untuk melihat kondisi di bawah permukaan.
Dilansir Geo News, hasil pemindaian dilaporkan menunjukkan garis lurus, persimpangan siku-siku, dan ruangan besar di bawah tanah. Para peneliti menduga fitur tersebut dapat berupa koridor atau ruangan.
Temuan itu masih diteliti lebih lanjut dan belum membuktikan bahwa Formasi Durupinar merupakan Bahtera Nabi Nuh AS.
5. Peneliti Klaim Formasi Durupinar Buatan Manusia
Penelitian terbaru kembali menyoroti Formasi Durupinar di Turki timur.
Masih dari sumber sebelumnya, Andrew Jones, peneliti Amerika sekaligus pendiri Noah's Ark Scans, mengatakan penelitian terbaru telah "100 persen mengonfirmasi" bahwa formasi tersebut buatan manusia. Ia disebut telah menyelidiki Durupinar selama hampir tiga dekade.
Direktur Penggalangan Dana dan Pemasaran proyek tersebut, Lauren E. Witzke, juga mengatakan para ilmuwan memastikan formasi itu 100 persen bukan hasil proses geologis alami.
Namun, klaim tersebut belum dibuktikan secara independen. Para peneliti juga belum menemukan kapal kayu di lokasi tersebut.












