Peneliti Klaim Temukan Bukti Baru Keberadaan Bahtera Nuh

Sejak minggu lalu, dunia dihebohkan dengan dimulainya pengeboran sebuah situs yang dipercaya sebagai tempat terakhir berlabuhnya Bahtera Nuh. Para peneliti semakin yakin, situs yang berada di Turki ini adalah bekas kapal Nuh.
Dilansir dari New York Post, Senin (5/10/2026) tim Noah's Ark Scans yang menyelidiki formasi berbentuk kapal di Turki timur menyatakan bahwa mereka memiliki bukti baru yang memperkuat dugaan mereka bahwa situs tersebut mungkin menyimpan sisa-sisa Bahtera Nuh. Situs yang dimaksud adalah formasi Durupınar, sebuah struktur geologis sepanjang sekitar 538 kaki (164 meter) di dekat Gunung Ararat.
"Dalam arkeologi, kita berurusan dengan probabilitas, dan kami semakin mendekati titik di mana kami yakin akan mendapatkan konfirmasi pada musim dingin ini, setelah analisis tanah bersama mitra kami, Universitas Sivas, rampung," ujar Andrew Jones, pendiri Noah's Ark Scans.
Formasi berbentuk kapal, Durupınar, ini pertama kali ditemukan pada tahun 1959 dan telah lama memicu spekulasi mengenai kemungkinan adanya kaitan dengan Bahtera Nuh.
Para kritikus berpendapat bahwa formasi tersebut terbentuk secara alami, namun Jones mengatakan bahwa kegiatan pengeboran, pengambilan sampel tanah, dan penggunaan radar penembus tanah baru-baru ini telah memberikan alasan baru bagi timnya untuk menyanggah kesimpulan tersebut.
"Dulu mereka melontarkan kritik dengan mengatakan bahwa hasil pemindaian itu bisa ditafsirkan dengan berbagai cara, misalnya 'Ini hanyalah massa batuan padat, sinklin, atau blok batuan dasar'," kata Jones.
"Nah, kami telah melakukan pengeboran inti di lebih dari 12 lokasi. Kami sama sekali tidak menemukan batuan dasar," tambahnya.
Jones mengatakan bahwa pengeboran tersebut menyingkap lapisan tanah hitam yang kaya unsur, yang rencananya akan diuji kandungan organiknya oleh para peneliti di Universitas Ankara pada musim dingin ini.
"Menurut Alkitab, Bahtera Nuh adalah kapal kayu raksasa. Saat kayu membusuk, Anda akan menemukan kadar materi organik yang tinggi. Tahun ini, saat kami mengebor formasi tersebut, kami tidak menemukan lapisan batuan padat seperti yang dikatakan para kritikus. Sebaliknya, kami menemukan endapan besar tanah hitam yang sangat kaya unsur, yang diharapkan memiliki kandungan organik tinggi," ujarnya.
Para peneliti berharap analisis ini dapat membantu menentukan apakah terdapat tanda-tanda aktivitas manusia atau material yang mengindikasikan adanya kayu yang telah membusuk di bawah formasi tersebut. Jones juga merujuk pada survei tanah tahun 2024 yang menurutnya menunjukkan kandungan bahan organik tiga kali lebih banyak di dalam formasi berbentuk perahu tersebut dibandingkan dengan sampel yang diambil tepat di luarnya.












