,
Hi Aceh
Home/DAERAH/BPMA Dorong Peningkatan Produksi Migas dan Manfaatnya bagi Masyarakat Aceh
DAERAH

BPMA Dorong Peningkatan Produksi Migas dan Manfaatnya bagi Masyarakat Aceh

Redaksi
Redaksi·calendar_todayOctober 13, 2026·15.21 WIB
Foto 1

ACEH UTARA – Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Mawardi Nur, mendorong peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) di Aceh agar dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat dan daerah.

Hal itu disampaikan Mawardi saat melakukan kunjungan lapangan (field visit) bersama jajaran komisaris dan direksi PT Pema Global Energi (PGE) ke Wilayah Kerja (WK) B pada 13–14 Oktober 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kegiatan operasional, mengevaluasi perkembangan pekerjaan, serta mengidentifikasi kendala yang dapat menghambat peningkatan produksi migas.

Kegiatan itu turut dihadiri Deputi Dukungan Bisnis BPMA Edy Kurniawan, Komisaris Utama PGE Sunny Ikbal beserta jajaran komisaris, Direktur Utama PGE Firdaus Noezula, General Manager PGE Andika Mahardika bersama tim operasional, serta Manager Migas, Minerba dan EBTKE PT PEMA Perseroda Al Maiyani beserta jajaran.

Mawardi mengatakan, sejak menjabat sebagai Kepala BPMA, dirinya menekankan pentingnya mengevaluasi perkembangan kegiatan, menyelesaikan kendala di lapangan, dan mempercepat pencapaian target produksi migas nasional.

Menurutnya, ada tiga hal utama yang menjadi perhatian BPMA, yakni mempercepat pengelolaan sumur minyak masyarakat, meningkatkan produksi migas, serta memperluas keterlibatan pelaku usaha dan tenaga kerja lokal Aceh.

“Ketiga agenda ini membutuhkan kerja keras agar Aceh dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi migas nasional. Upaya ini sejalan dengan arahan Menteri ESDM untuk mengoptimalkan potensi migas di Aceh, sehingga sumber daya alam dapat dikelola dengan baik demi kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional,” ujar Mawardi.

Ia menjelaskan, BPMA juga terus berkoordinasi dengan SKK Migas untuk menindaklanjuti penandatanganan perjanjian kerja sama pengelolaan sumur minyak masyarakat.

Selain meningkatkan produksi, BPMA mendorong perusahaan migas agar kegiatan operasionalnya turut membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat, melibatkan kontraktor lokal, serta menjalankan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Mawardi juga menyoroti lima hal yang perlu menjadi perhatian bersama, yaitu keselamatan pekerja dan perlindungan lingkungan, menjaga kelancaran produksi dan pelaksanaan program kerja, memastikan pengelolaan perusahaan berjalan dengan baik serta didukung data yang akurat, meningkatkan manfaat kegiatan migas bagi daerah, dan memperkuat koordinasi untuk menyelesaikan berbagai kendala operasional.

Sementara itu, Direktur Utama PGE Firdaus Noezula mengatakan, kunjungan lapangan menjadi kesempatan bagi manajemen perusahaan dan BPMA untuk melihat langsung kondisi operasional serta memahami tantangan yang dihadapi tim di lapangan.

Firdaus menyebutkan, ada tiga hal yang menjadi perhatian PGE, yaitu menjalankan pekerjaan secara profesional dengan mengutamakan keselamatan dan lingkungan, memperkuat kerja sama dengan BPMA, serta memastikan keberadaan perusahaan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh.

Menurutnya, keberhasilan PGE tidak hanya diukur dari hasil produksi, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat dan daerah.

Ia turut menyampaikan pesan melalui hadih maja atau ungkapan bijak dalam bahasa Aceh: “Get ta peubuet, get beunalah, nyang get takubah keu aneuk cucoe, menyoe han tinggai meubayyinah, panena leumah geutanyoe awai na.”

Ungkapan tersebut bermakna, jika ada sesuatu yang baik, lakukanlah; jika ada yang benar, pertahankanlah. Hal-hal baik yang diwariskan kepada anak cucu perlu meninggalkan bukti agar generasi berikutnya mengetahui apa yang telah dilakukan oleh pendahulunya.

Melalui kunjungan ini, BPMA dan PGE berkomitmen memperkuat kerja sama untuk meningkatkan produksi migas, menjaga keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan, serta memperbesar manfaat industri migas bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Aceh.[]

Komentar

0